Australia dan Jepang Tolak Permintaan Trump Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz

Australia dan Jepang menolak permintaan Presiden AS Donald Trump untuk mengirim kapal perang ke Selat Hormuz. (Tasnim)

Pemerintah Australia dan Jepang menolak permintaan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengirim kapal perang ke kawasan Teluk Persia, khususnya di sekitar Selat Hormuz.

Dilansir dari Kantor Berita Tasnim, Senin, 16 Maret 2026, penolakan tersebut disampaikan setelah Washington meminta dukungan militer dari sejumlah negara sekutu guna memperkuat patroli keamanan di jalur pelayaran strategis tersebut.

Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, menegaskan bahwa pemerintahnya tidak memiliki rencana untuk mengirim pasukan laut ke Timur Tengah. Pernyataan itu sekaligus membantah klaim Trump yang menyebut telah memperoleh dukungan militer internasional untuk operasi patroli di Selat Hormuz.

Kementerian Pertahanan Jepang juga memperkuat pernyataan tersebut dengan menegaskan bahwa tidak akan ada operasi keamanan maritim yang dilakukan Jepang sebagai respons atas permintaan Washington.

Sementara itu, Presiden Trump mengungkapkan bahwa pemerintahannya tengah melakukan pembicaraan dengan tujuh negara terkait upaya pengamanan Selat Hormuz. Namun, pihak Gedung Putih tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai negara-negara yang dimaksud maupun ancaman yang disebut berasal dari Iran.

Penolakan dari Australia dan Jepang ini dinilai menunjukkan melemahnya koordinasi militer Barat di kawasan yang selama ini menjadi jalur vital perdagangan energi dunia.

Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia karena menjadi pintu keluar utama ekspor minyak dari kawasan Teluk. Ketegangan di wilayah tersebut meningkat seiring konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel dalam beberapa pekan terakhir. ***

Reporter: Suwardi Sinaga

Editor: Suwardi Sinaga

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama